


Program Studi Sastra Arab Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Program Studi sesuai Standar IAPS 5.1 BAN-PT pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Gedung Pusat Bahasa Arab dan Studi Islam UNM. Kegiatan ini merupakan langkah awal Program Studi Sastra Arab UNM dalam mempersiapkan penyusunan dokumen akreditasi sebagai program studi yang baru berdiri. Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai standar akreditasi, mekanisme penyusunan dokumen, serta strategi pemenuhan indikator penilaian sesuai Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1 BAN-PT.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Program Studi Sastra Arab Universitas Hasanuddin, yaitu Haeruddin, S.S., M.A., selaku Ketua Program Studi Sastra Arab, dan Fitriani, S.S., M.Hum., dosen Program Studi Sastra Arab. Melalui pemaparan materi, diskusi, dan pendampingan teknis, peserta memperoleh wawasan mengenai praktik baik dalam penyusunan dokumen akreditasi, pengelolaan data pendukung, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi Program Studi Sastra Arab UNM dalam membangun tata kelola yang berkualitas dan mempersiapkan dokumen akreditasi secara sistematis sesuai dengan standar BAN-PT. Selain itu, workshop ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik antarpogram studi Sastra Arab di Indonesia dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.


Pengurus Pusat Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab se-Indonesia atau Ittihād Aqsām al-Lughah al-‘Arabiyyah wa Ādābihā (IQLAB) menggelar rapat daring bulanan pada Rabu, 17 Juni 2026. Rapat ini menjadi forum koordinasi rutin untuk mengevaluasi perkembangan program kerja sekaligus mematangkan sejumlah agenda strategis asosiasi.
Rapat dihadiri oleh Ketua IQLAB, Dr. Uki Sukiman dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; Sekretaris IQLAB, Siti Aminah dari Universitas Gadjah Mada; Bendahara IQLAB, Mahmudah dari Universitas Gadjah Mada; serta para ketua dan anggota divisi IQLAB dari berbagai perguruan tinggi.
Sejumlah perwakilan yang hadir berasal dari Universitas Sumatera Utara, Universitas Ahmad Dahlan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan STIABI Riyadlul Ulum Tasikmalaya.
Dalam rapat tersebut, masing-masing divisi menyampaikan laporan perkembangan kegiatan yang telah dan sedang berjalan. Laporan ini menjadi bahan evaluasi bersama agar setiap program asosiasi dapat terlaksana secara lebih terarah, terukur, dan selaras dengan visi penguatan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab di Indonesia.
Selain evaluasi program, rapat juga membahas rencana pelaksanaan rapat luring pengurus IQLAB yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026. Pertemuan luring tersebut dipandang penting sebagai ruang konsolidasi organisasi, penguatan koordinasi antar-divisi, serta penyusunan langkah strategis asosiasi dalam jangka pendek dan menengah.
Agenda penting lainnya adalah persiapan Konferensi Sastra Arab 2026. Forum ini diharapkan menjadi ruang akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan pegiat kajian Arab untuk mendiskusikan perkembangan mutakhir dalam bidang bahasa, sastra, budaya, dan kajian Arab secara lebih luas.
Rapat juga menyoroti persiapan program “IQLAB Menyapa Prodi” sesi II. Program ini dirancang sebagai media silaturahmi akademik, komunikasi kelembagaan, serta penguatan jejaring antarprogram studi Bahasa dan Sastra Arab di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Di samping agenda nasional, rapat turut membahas wacana pengembangan program “IQLAB Goes ASEAN” pada tahun 2027. Gagasan ini menjadi bagian dari ikhtiar IQLAB untuk memperluas jejaring akademik lintas negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara, melalui kerja sama kelembagaan, forum ilmiah, dan kolaborasi akademik internasional.
Melalui rapat daring bulanan ini, IQLAB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran asosiasi sebagai wadah kolaborasi, pengembangan keilmuan, dan penguatan mutu Program Studi Bahasa dan Sastra Arab di Indonesia. Forum koordinasi rutin ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Asosiasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Indonesia (IQLAB) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) selama tiga hari, 29–31 Oktober 2025, di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara IQLAB dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Lokakarya ini dilaksanakan untuk merespons kebutuhan program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) di seluruh Indonesia mengenai pemenuhan standar minimum kurikulum OBE. Latar belakang kegiatan ini juga tidak terlepas dari terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menuntut penyesuaian dalam sistem pembelajaran.
Sebanyak 19 program studi Bahasa Arab dan Sastra Arab dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam kegiatan tersebut, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) maupun Kementerian Agama (Kemenag). Kehadiran para pengelola program studi ini menjadi wujud kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan arah baru pembelajaran bahasa Arab yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Pembukaan lokakarya berlangsung di Auditorium Gedung SBSN Siber lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Adab serta pengurus pusat IQLAB. Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Wakhid Nashruddin, yang menekankan pentingnya peninjauan kurikulum sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing lulusan. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan perumusan kurikulum di lantai 5 gedung yang sama.
Lokakarya ini diharapkan menjadi forum produktif bagi para akademisi untuk merumuskan kurikulum BSA yang lebih kontekstual, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.





Daftar Program Studi yang menghadiri Lokakarya Kurikulum Berbasi OBE
1. Prodi Sastra Arab Universitas Gadjah Mada
2. Prodi Sastra Arab Universitas Hasanuddin Makassar
3. Prodi Sastra Arab Sumatera Utara
4. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
5. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Ampel Surabaya
6. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Gunung Jati Bandung
7. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
9. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Fatah Palembang
10. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
11. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Sultan Alauddin Makassar
12. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Salatiga
13. Prodi Bahasa dan Sastra Arab STAI Riyadul Ulum Tasikmalaya
14. Prodi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Ahmad Dahlan
15. Prodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Mas Said Surakarta
16. Prodi Sastra Arab Universitas Muslim Indonesia
17. Prodi Bahasa dan Sastra Arab Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember
18. Prodi Bahasa dan Sastra Arab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
19. Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab Universitas Al-Azhar Indonesia